Allah Hanya Memanggil Kita 3x Saja Seumur Hidup

Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Mekah, iseng iseng aku bertanya pada Ibu, Ibu adalah pemilik Makkah Tour Travel dimana saya bergabung untuk Umrah di bulan July 2007 yang lalu.

'Ibu, kataku, ada cerita apa yang menarik dari Umrah? (Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah). Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya. Kebetulan umrahku dimulai di Madinah selama 4 hari, baru ke Makah. Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah. Ibu berkata, " Tahu nggak kamu, jika Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup* Keningku berkerut. 'Sedikit sekali Allah memanggil kita?' Ibu tersenyum. 'Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?' Saya menggelengkan kepala.

Panggilan pertama adalah Azan
Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti'.

Saya terpekur.... . .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......

Panggilan yang kedua adalah Panggilan* Umrah/Haji*
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran'. Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.

Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua. Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'.

Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanallah..... .saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.....Alhamdulillah...

Dan panggilan ke-3 adalah KEMATIAN.
Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh.

Karena itu manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah syurga adalah balasannya.. ...'

Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah Karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. ....Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat.....Aku menjawab panggilan UmrahMu, ya Allah, Tuhan Semesta Alam........

Ancaman Dari Huraisy
Pada hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama 'Huraisy' berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi. Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari?'
Huraisy pun menjawab, 'Aku mau mencari lima orang.'

Pertama, orang yang meninggalkan sholat
Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu dan bapaknya.
Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
Kelima, orang yang suka minum arak.'
 

0 komentar:

narsis?


"Alhamdulillah terima kasih sudah di ingatkan",
"Sukron atas ilmunya, bermanfaat sekali" ... dan bla..bla..bla...
(ini adalah sebuah ucapan or ungkapan dari beberapa orang yang mendapat
artikel tentang memajang foto di FB) anehnya masihhh juga menapilkan...

"APAKAH KAMU RELA, KECANTIKANMU itu dinikmati oleh ORANG-ORANG yg DEKAT dan JAUH darimu, RELAKAH dirimu MENJADI BARANG DAGANGAN yang MURAH bagi semua orang atau MENJADi BARANG PAJANGAN yg semua orang dapat melihatnya, baik yg jahat maupun yg terhormat??

Bahaya Foto

• Pertama, kita tentu sadar internet adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan. Dan diantara orang-orang tersebut pastilah terdapat orang yang ingin berbuat zhalim. Dengan teknologi sekarang ini, betapa mudahnya setiap orang memanipulasi sebuah gambar menjadi apa yang dinginkan si manipulator. Dengan memasang foto diri di internet, maka hal tersebut membuka peluang orang-orang zhalim yang tentu saja tanpa izin terlebih dahulu memanipulasi/mengubah sedemikian rupa menurut keinginannya. Bayangkan saja, suatu ketika kita melihat foto diri sang akhwat dari atas berbalutkan jilbab (pakaian muslimah) tetapi bagian bawah dimanipulasi sehingga seakan-akan telanjang ataupun setengah telanjang. Na’udzubillah…..
dengan aplikasi photoshop orang2 yang tak bertanggungjawab dengan mudah mengganti muka seseorang dengan orang lain, contohnya afwan jiddan seorang akhwat di poto tidak berbusana, dan begitu juga seorang miyabi di edit menjadi berjilbab
 
Kedua, akhwat (aktivis dakwah) adalah tauladan bagi muslimah yang belum tersentuh dakwah (awwam-red). Namun apa jadinya jika para ujung tombak dakwah bagi teman-teman terdekatnya melakukan suatu hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seseorang yang notabene telah bertitel “akhwat”. Saat muslimah yang awwam, terlihat fotonya yang bak foto model sebuah majalah remaja mejeng di blog-blog maupun profil jejaring dunia maya mereka hal tersebut bisa kita maklumi dan menjadi hal yang lumrah. Namun apa jadinya kalo seandainya kita berikan suatu nasehat agar tidak melakukan hal itu, karena bisa menjadi suatu fitnah, kemudian mereka berkilah, “lha wong si fulanah yang aktivis dakwah itu aja juga melakukan hal yang sama kok, apalagi saya yang masih jauh dari nilai-nilai agama”. Dan menganggap bahwa hal tersebut tidaklah bertentangan dengan dalih orang yang paham agama pun melakukannya jua..

Ketiga, wajah ayu dan sebuah profil yang terkesan sholehah menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam. Maka berlomba-lomba-lah mereka untuk menjadi teman, sahabat, atau dalih menjalin ukhuwah yang padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok ayu nan sholeha tersebut. Sehingga semakin menjadikan para ikhwan/laki-laki yang di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan ala ikhwan-akhwat. Dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar atau lebih tepatnya tidak mendukung usaha para ikhwan/laki-laki untuk mengamalkan salah satu firman Allah ta’ala:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-nuur: 30)

Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda kepada Ali radhiyallahu’anhu. “Artinya :
Wahai Ali, janganlah engkau susul pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)”. [Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Daud].

Keempat, akhwat yang menampakkan foto dirinya di internet telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.”
(QS. Al-Ahzab: 33).

Tabarruj memiliki berbagai macam bentuk seperti:
• Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki lain.
• Menampakkan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yang ada di balik jilbab.
• Berjalan berlenggak-lenggok di hadapan lelaki lain.
• Memukul kaki untuk menampakkan perhiasan yang dipakainya.
• Melembutkan ucapan di hadapan laki-laki lain.
• Bercampur baur dengan kaum laki-laki, bersentuhan dengan mereka, berjabatan tangan dan berdesak-desakan di tempat atau angkutan umum..

Lalu dimana ‘Iffah dan Haya’ ?

Saudariku yang ana hormati, tentu saudari sudah mengetahui kewajiban dan keutaman berhijab. Dan tentu saudariku juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkan setiap makna dan keutamaannya. Ana tidak akan meragukan lagi, pemahaman saudariku akan hal itu. Bahkan di antara saudari-saudariku sudah mengamalkan lebih daripada saudarinya yang lain untuk menggunakan niqob (cadar) yang sebagian menyatakan ini sunnah muakkaddah . Tentu usaha pengamalan mereka ini patut kita hargai lebih dari yang lain.

Namun saudariku, apabila engkau menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (rasa malu). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.

JADI LAH kalian BARANG yg MAHAL, seperti "MUTIARA" bukankah mutiara itu mahal, DIJAGA & DIRAWAT, DISIMPAN BAIK-BAIK serta DIRAWAT, tidak ditaruh DISEMBARANGAN TEMPAT, kecuali tempat yg benar-benar AMAN dan TERJAGA. Jangan menjadi BARANG MURAHAN..

Karna engkau adalah salah satu penyebab dari terjerumusnya kami karna pandangan mata..
Maka Cantik.. Bantu,, BANTULAH AKU MENJAGA MATAKU,, BANTULAH AKU MENJAGA PANDANGANKU... !!!!!!

=====

FATWA SYAIKH SHALEH UTSAIMIN
Syaikh yang mulia Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin -rahimahullah- ditanya tentang sikap kebanyakan orang yang menyepelekan melihat gambar wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) dengan alasan bahwa itu hanya gambar, tidak hakiki.

Syaikh rahimahullah menjawab, "ini sikap yang menyepelekan sekali, karena jika seseorang melihat wanita, baik melalui video, media cetak, atau selainnya, niscaya hal itu menyebabkan fitnah (kerusakan) di dalam hati seorang lelaki yang menggiringnya untuk melihat wanita tersebut secara langsung. Ini Fakta.

Kami telah mendengar bahwa ada sebagian pemuda yang terfitnah oleh gambar-gambar wanita yang cantik-cantik untuk dinikmatinya, dan ini menunjukkan besarnya fitnah melihat gambar tersebut. Maka tidak boleh seseorang melihat gambar tersebut, baik melalui majalah atau halaman buku, atau selainnya.
(selesai)
Pertanyaan untuk dijawab sendiri :

* Untuk para lelaki :
Ketika anda melihat gambar/foto wanita, apa yang terbesit di dalam hati Anda? Kalau biasa saja, berarti perlu dipertanyakan kenormalannya, atau bisa jadi karena sudah keseringan melihat jadi sudah tidak terpengaruh lagi dengan gambar tersebut? na'udzubillahi min dzalik.

* Untuk para wanita :
Apa yang anti harapkan dari memasang foto-foto anti? apakah anti berharap akan banyak yang suka dengan anti? atau tidak menyadari bahwa sebenarnya foto-foto anti itu telah dinikmati oleh para lelaki yang sedang lemah imannya? Kasihanilah kami kaum lelaki..
  
sumber 

0 komentar:

Jangan Jadi Akhwat Narsis

Di zaman Arab jahiliyah, wanita selalu menjadi subjek kekerasan dan pelecehan kaum pria. Wanita dianggap sebagai aib bagi keluarga. Maka tidak jarang jika yang lahir dari rahim sang istri seorang anak perempuan, jawabannya adalah kubur hidup-hidup. Ini pun yang pernah dilakukan Umar bin Khattab sebelum menemukan Islam. Hal serupa pun terjadi di zaman Cina kuno. Wanita lah yang selalu menjadi objek penumbalan kepada para dewa demi menyenangkan sang dewa. Dan dalam setiap peradaban kuno posisi wanita selalu saja diletakan dalam level yang sama: 1. Sama-sama hina, 2. Sama-sama hanya dianggap symbol pelampiasan hasrat seksual kaum pria.

Islam lah yang kemudian merubah semua itu. Posisi wanita diletakkan sedemikian tinggi dalam Islam. Derajat wanita diposisikan sedemikian terhormat. Bagaimana tidak, bahkan kata Rosulullah, syurga itu adalah dibawah telapak kaki ibu. Ya, ibu. Dan seorang ibu tidak lain adalah seorang wanita. Tidak hanya itu, Islam lah yang kemudian membebaskan kaum wanita dari santapan mata-mata liar kaum pria dengan disyariatkan menutup aurat. Dan setau saya, hanya Islam yang menyediakan syariat sedemikian terhormat kepada kaum wanita.

Sampai akhirnya seiring perkembangan zaman, posisi wanita semakin dihargai dimata dunia. Banyak perkumpulan-perkumpulan wanita terbentuk dan diberikan hak bersuara. Sekarang sudah tidak heran jika Anda melihat ada wanita yang menjadi bos disebuah perusahaan. Dan jangan kaget pula jika ada satpam yang juga seorang wanita. Sayangnya ada miss persepsi diantara kebanyakan wanita. Dengan dibukanya ruang kebebasan berpendapat dan berekspresi banyak diantara mereka yang out of control. Atas nama kebebasan mereka seenaknya saja menggunakan pakaian, mengumbar aurat kemana-mana, dan ketika ada yang mengingatkan mereka selalu bilang, “apa hak loe ngelarang-larang gue?” Masih atas nama kebebasan berekspresi, ada sebagian wanita yang seenaknya saja bergoyang-goyang menggumbar syahwat diberbagai kesempatan publik, termasuk di televisi, dan membranding nama goyangannya tersebut dengan berbagai nama mulai dari goyang ngebor, goyang ngecor, goyang nyangkul, goyang pasak bumi, goyang kayang, goyang patah-patah, goyang gali sumur, goyang benerin genteng, goyang nyampu halaman, goyang bersihin WC, bahkan goayang giling beras pun ada. Hehehe…

Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang membahayakan bagi kaum mereka sendiri atau izinkan saya menyebutnya sebagai tindakan harakiri alias bunuh diri. Coba bayangkan, Karena ulah segelintir wanita semacam itu, makin banyak laki-laki yang kembali memperlakukan wanita semena-mena, entah sekedar menyiuli mereka, menggoda-goda, pegang-pegang, bahkan sampai memperkosa (ingat perisitwa yang marak dan mulai jadi trend belakangan ini? Yup, Anda benar jika menjawab pemerkosaan dalam angkot). Parahnya lagi banyak diantara wanita-wanita tersebut yang bukannya marah atau merasa dihinakan dengan tindakan terebut justru merasa bahwa itu adalah bentuk penghargaan, penghormatan, dan pencurahan kasih sayang kaum laki-laki kepada wanita (biasanya cewek-cewek bermental kagak bener nih yang kayak begini). Astagfirullahal ‘adzim…

Nah, diera kecanggihan teknologi informasi seperti sekarang ini wanita semakin mendapat angin segar. Mereka lebih mampu mengekspresikan diri dalam berbagai media, terlebih media sosial yang belakangan ini menjadi konsumsi favorit masyarakat. Kehadiran media sosial ini menjadi suatu indicator eksistensi kaum wanita di mata banyak orang. Tanpa terkecuali kaum akhwat (defisini penulis: wanita berjilbab besar, aktif di organisasi keislaman, memiliki pemahaman Islam yang cukup baik)

Akhwat-akhwat ini saya yakin sadar dengan berbagai konsekuensi ketika mereka memutuskan untuk bergabung dengan suatu media social, katakanlah Facebook dalam hal ini. Konsukuensinya adalah mereka rela membuka kehidupan pribadi mereka kepada banyak orang, baik yang mungkin mereka sudah kenal atau bahkan kepada yang belum mereka kenal, entah dengan menampilkan alamat rumah, no handphone, hobi, dan minatnya terhadap sesuatu. Yang lebih kongkrit lagi, yakni dengan update status setiap hari dan upload foto-foto disetiap momentum yang mereka lakukan.

Saya sendiri, memiliki cukup banyak teman akhwat difriend list akun facebook saya (maaf untuk sementara saya sedang puasa facebook, jadi jika Anda menemukan akun facebook atas nama saya itu artinya bukan saya karena sudah beberapa bulan saya deactive-kan akun saya) baik yang saya kenal atau yang tidak kenal (yang begini, biasanya mereka yang add duluan lalu saya confirm). Dari sekian banyak akun-akun tersebut sebagian besar selalu update status yang saya pikir menurunkan dapat harga diri mereka sebagai seorang akhwat. Contohnya, “Duh lagi kesepian nih sendirian dirumah.” Kontan biasanya banyak kaum pria yang comment: “Mau aku temenin ga? Di jamin puas deh!” atau “Wah, kan ada akyu, jadi kamu gak akan kesepian,” atau “Qt jalan-jalan aja yuk?” dan komentar-komentar lain, yang kalau menurut saya bermakna melecehkan.










Kalau akhwat yang bijak mungkin akan mikir, ketika mereka mengupdate status semacam itu, akan ada dua keburukan yang akan dialaminya. Pertama, harga dirinya sebagai wanita baik-baik akan turun dimata publik, terlebih jika banyak pria yang memberi komentar-komentar melecehkan. Kedua, ia memberikan peluang orang lain untuk membahayakan dirinya. Contoh kasus status alay diatas, taruhlah begini, ketika ia mengupdate status tersebut, tentu akan dilihat semua orang yang ada dalam friend list. Syukur-syukur gak ada yang berniat jahat, tapi akan menjadi masalah jika ada yang berbuat jahat. Bahkan boleh jadi orang yang tadinya gak berniat berbuat jahat seakan diberi kesempatan berbuat jahat, entah merampok dirumah tersebut atau bahkan melampiaskan nafsu seksualitasnya dengan memperkosa, apalagi ketika mereka lihat foto-foto di wall atau album atau profil picture-nya, itu akhwat cantik. Hmmm… bukan tidak mungkin akan jadi mangsa.

Mungkin ada diantara pembaca yang nyeletuk begini, ah… itu sih imajinasi penulis aja! Hey… sebentar, ente inget dengan kata-katanya Bang Napi? Kejahatan itu tidak terjadi hanya karena ada niat dari si pelaku tetapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Jadi memang benar, kejahatan itu bukan hanya terjadi karena si pelaku sudah meniatkan berbuat jahat, tetapi juga karena ente-ente pada tuh yang membuka kesempatan mereka untuk berbuat jahat (maaf, bukan bermaksud su’udzon).

Inget, itu baru dari status lho! Belum lagi dari kegemaran mengupload foto-foto. Masalahnya ini yang jauh lebih berbahaya. Kadang-kadang saya mikir hanya akhwat-akhwat kurang bijak aja yang dengan sangat bangga mengupload foto-foto mereka di Facebook. Mengapa saya katakan begitu, begini ya… coba deh ente mikir, ketika ente upload foto, kemudian dilihat oleh banyak kaum laki-laki atau bahkan ikhwan, secara tidak langsung ente udah mengotori mata dan hati mereka tuh! Dan itu artinya ente ndak bijak, Cuma mikirin dunia ente sendiri, kagak mau mikirin gimana imbasnya buat orang lain. (lagi-lagi maaf, bukan bermaksud su’udzon)



Saya sempat menemukan kondisi memilukan sekaligus memalukan semacam ini berkali-kali, terutama ketika berkunjung ke kontrakan atau kos-kosan cowok, pria, laki-laki, parahnya lagi ikhwan pun ada yang begitu, mereka memperbincangkan seorang akhwat sambil melihat-lihat foto-foto mereka di Facebook.

“Wah si akhwat ini cantik banget ya,”

“Bakal calon istri ana nih akh kayaknya.”

“Subhanallah, kayak bidadari aja.”

Dan seterusnya… dan seterusnya…

Sampai disini mungkin ada yang nyeletuk lagi, “Yeh… itu sih salah ikhwannya aja. Suruh siapa lihat-lihat foto akhwat!” Lagi-lagi saya ingin utarakan pesannya Bang Napi, “Kejahatan (dibaca: dosa) itu bisa terjadi bukan hanya karena niat dari pelakunya tetapi juga karena adanya kesempatan!” Taruhlah begini, ente upload foto, lalu ke akan tampil di headline dan dilihat banyak orang. Sangat mungkin saat foto-foto itu tampil di headline ada sekian banyak lelaki yang juga tanpa sengaja melihat, syukur-syukur mereka bisa jaga pandangan, masalahnya kalau nggak gimana? Apalagi kecenderungan laki-laki ‘kan lemah dalam menahan godaan, terutama urusan syahwat. Itu baru satu kejahatan lho: mengotori pandangan dan hati kaum pria.

Selain itu, coba bayangkan begini, ketika Anda upload foto di facebook, bukan tidak mungkin ada foto-foto yang unsensored ikut terpampang, semisal Anda lagi narsis atau lagi gaya manja atau lagi tidur atau lagi kelihatan lekuk tubuh atau lagi lain-lainnya. Boleh jadi izzah alias harga diri Anda sebagai seorang akhwat akan jatuh bahkan terjun bebas, “Oh ternyata mba ini kayak gini ya aslinya,” atau “Wah, dikampus doank kelihatan alim, ternyata aslinya narsis juga tuh!” atau lain-lainnya, yang tentu akan memudarkan alias menurunkan nilai kewibawaan Anda dimata banyak orang, terlebih adik angkatan Anda.

Lebih parah lagi, ketika Anda, kaum akhwat, mengupload foto, kemudian ada yang mencuri foto Anda yang mengeditnya menjadi sedemikian rupa (disandingkan dengan gambar tidak senonoh) bagaimana perasaan Anda? Ada kisah nyata, seorang akhwat mengupload foto-fotonya di facebook, tanpa sepengetahuannya ternyata ada yang mencuri alias mengcopy foto-fotonya tersebut dan mengeditnya dengan gambar-gambar tidak senonoh (biasanya atasannya wajah tuh akhwat, bawahannya gambar bugil). Ia baru tahu bahwa foto-fotonya disalahgunakan ketika ada salah seorang temannya yang memberi tahu bahwa foto-foto syur itu dipampang disebuah forumnya para pornonista! Si akhwat langsung syok luar biasa ketika ia meluncur ke TKP. Ia tidak mampu lagi menahan rasa malu. Berhari-hari ia tidak mau keluar rumah karena malu. Sampai akhirnya ada salah seorang teman yang memberitahu bahwa forum tersebut sudah diberangus. Namun, tahukah Anda, ternyata foto-fotonya sudah disimpan banyak member di forum tersebut, sampai kemudian forum yang baru muncul, dan lagi-lagi menampilkan foto-foto syur akhwat tersebut. Nau’dzubillahi min dzalik.

Anda, terutama kaum akhwat, bisa membayangkan jika hal tersebut terjadi pada diri Anda? Apa yang akan Anda lakukan jika hal tersebut terjadi? Saya berpesan dan semoga Anda bisa menggarisbawahi: MENJAGA LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI, SEBELUM NASI MENJADI BUBUR, SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN: MENDING GAK USAH DEH PASANG-PASANG FOTO DI DUNIA MAYA APALAGI DI TEMPEL DI MIMBAR MASJID. Hehehe…

Sedari lama, saya pernah menasehati kaum akhwat (terutama yang pernah satu organisasi, khususnya satu bidang) untuk tidak mengupload foto-foto mereka sembarangan. Alhamdulillah, ada yang sadar tapi tidak sedikit juga yang ngeyel. Untuk yang pada ngeyel, saya berlepas diri dari tuntutan yang akan antuna lakukan di akhirat kelak.

Lalu bagaimana solusinya agar terhindar dari semua kemudharatan ini?







1.  Jangan update status alay, lebay, unyu-unyu, ababil, galau, atau status gak penting lainnya di facebook (atau social media manapun). Update lah dengan status-status berbobot yang bisa membawa nilai positif untuk orang lain, mencerahkan orang lain, dan menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan. Gunakan media social sebagai ladang bagi Anda untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Ingat Sabda Rosul, “Baliguni walaw Aayah,” sampaikanlah walaupun 1 ayat! Taruhlah, setiap hari misalnya Anda mengupdate status dengan tausiyah, hadist Nabi, ayat Qur’an kemudian ada sekian banyak orang tercerahkan karenanya, sudah tentu ALLAH pun akan memberikan hadiah untuk Anda. Hadiah special berupa pahala. Lebih spesialnya lagi, jika orang-orang yang Anda cerahkan itu menularkan bibit kebaikannya kepada orang lain, sehingga semakin banyak orang yang berbuat kebaikan, itu artinya tabungan pahala Anda pun semakin besar, hingga di akhirat kelak Anda tidak sadar bahwa Anda memiliki Bank Pahala yang begitu banyak.

2. Jangan pernah upload foto di Facebook, kasus yang saya utarakan diatas adalah satu dari sekian banyak kasus yang menimpa kaum akhwat. Saya yakin benar itu bukan satu-satunya kasus yang terjadi. Lagipula apa sih untungnya Anda upload-upload foto? Untuk pamer kecantikan? Biar dilirik banyak lelaki? Biar dianggap kembang kampus? Biar cepet dapet jodoh ikhwan keren? Halah!! Lupakan aja semua itu. Inget, Mba Bro..! Kalau mereka memuji Anda dengan panggilan si cantik, bidadari, jelita, atau lainnya lantas apa efeknya untuk Anda? Saya yakin yang ada justru Anda bisa lupa diri, takabur, lalu berubah jadi sombong! Padahal Anda tahu, yang pantas sombong hanya ALLAH saja. Ketika Anda sombong, boleh jadi secara tidak langsung Anda ingin menyaingi ALLAH. Lagipula, bukankah sebaik-baiknya Anda pamer kecantikan hanya untuk suami Anda saja? Lalu ngapain pamer kecantikan kepada orang-orang yang bukan mahram Anda? (Maaf ya, ini cuma contoh gak ada niat mensu’udzoni antuna)

Taruhlah kalaupun Anda tetap ingin upload foto (untuk Facebook), tolong di setting private atau setting custom agar cuma yang Anda tag saja yang bisa melihat, tidak dengan setting public. Kebanyakan dari orang itu, cuma bisa pakai saja tanpa ngerti fasilitas-fasilitas yang disediakan Facebook kepadanya. Untuk yang seperti ini, izinkan saya mengucap: Ndeso!!!! Hehehe…

Sedangkan untuk media social lain, kalaupun Anda ngeyel pengen tetap pasang foto, Anda bisa resize foto Anda dengan ukuran yang kecil, dengan begitu jika ada orang iseng yang mau ngesave atau copy foto Anda mereka cuma dapat ukuran seiprit itu. Gunakan ukuran sekecil mungin. Anda bisa edit foto Anda baik lewat Photoshop, Picassa, Ms. Picture Manager, atau program lain yang Anda ketahui lalu resize ukurannya.

3. Jangan sekali-kali meng-add ataupun meng-confirm orang-orang yang belum Anda kenal, terlebih orang tersebut adalah laki-laki (bahkan ada kok laki-laki yang pakai akun palsu bernama perempuan. Buat yang berbuat begini, gue udah tau trik-trik loe tong). Beruntung jika orang tersebut bukan orang jahat, lalu jika orang jahat? Sayangnya, Anda mungkin akan berujar begini, “Ah, gak boleh su’udzon gitu!” Saya lagi-lagi menegaskan, alangkah baiknya jika Anda menjaga diri Anda dari berbagai kemungkinan yang terjadi, terlebih dari kejahatan orang lain.

4. Jangan mengisi data diri Anda secara lengkap. Hal ini sangat berbahaya ketika ada orang jahat yang melihat kemudian mengintai Anda kemudian melancarkan tindak kejahatan kepada Anda. Contoh kecil dari status alay di atas, “Duh lagi kesepian nih sendirian dirumah.” Bayangkan jika orang jahat atau yang Anda beri kesempatan berbuat jahat tersebut melihat data diri, alamat rumah, kemudian mendatangi rumah Anda untuk berbuat kejahatan. Apa yang bisa Anda lakukan jika sudah begini?

Selain itu, jangan sekali-sekali mempublish alamat email Anda. Karena para hicker sering beraksi melalui alamat email Anda ini. Sekarang banyak sekali software-sofware untuk menghick media social, terutama facebook, dan cara termudah adalah dengan mengetahui alamat emailnya. Bahkan saya pun bisa saja menghick akun facebook Anda jika saya memang berniat jahat. Atau untuk yang biasa ke warnet, setelah Anda membuka entah itu media social, blog, web, atau apapun milik Anda pribadi, pastikan akun Anda sudah benar-benar di close! Karena jika tidak, itu artinya Anda memberi peluang orang lain untuk menyalahgunakan akun Anda.

5. Jangan mudah percaya dengan produk-produk yang sering ditag ke wall facebook Anda, terutama produk-produk elektronik (entah laptop, kamera, handphone, dll), khususnya lagi yang berlabel BM alias Black Market. Kebanyakan yang seperti ini cuma hoax alias scam alias tukang tipu alias penjahat cyber. Kalaupun bener, Anda harus benar-benar teliti dan waspada terhadap gerak-gerik penjualnya. Usahakan pakai rekening bersama (silakan tanya mbah google aja, apa itu rekening bersama atau klo bayarnya boleh pakain dollar, coba gunakan Paypal). Sebagai bahan pembelajaran, sempat suatu kali saya kena tipu. Waktu itu, saya niat mau beli kamera Canon DLSR. Harga yang terpampang disana hanya 3 juta-an, padahal saya tahu benar harga aslinya sekitar 6 – 7 juta an. Karena waktu itu udah ngiler dan sangat menyakinkan promonya. Gimana nggak meyakinkan, itu penjahat hick akunnya Pak Adang Darajatun untuk promo—begini kalimatnya: Kemarin saya baru jalan-jalan ke bea cukai, lihat-lihat barang sitaan disana. Ternyata banyak barang elektronik yang dijual murah. Saya beli Kamera Canon, Macbook Air Aple, Blackberry. Jika ada yang ingin beli, hubungi sepupu saya saja, saya kasi no contactnya via inbox. Setelah itu saya segera hubungi “Pak Adang” via inbox kemudian diberi no contactnya atas nama Ari Susanti. Besoknya saya transferlah itu uang. Ini kali pertama saya bertransaksi online, jadi masih lugu dengan geliat mencurigakan. Ternyata hingga berhari-hari barang tidak pernah sampai dan no penjahat bernama Ari Susanti tersebut tidak pernah aktif lagi. Semoga kebodohan saya ini, bisa menjadi pelajaran berharga bagi Anda.

6. Memohonlah kepada ALLAH agar DIA menghindarkan Anda dari segala kejahatan hamba-hambanya. Setiap pagi dan petang biasanya, yang rutin melakukan dzikir pagi dan petang akan menemukan doa indah tersebut, “Audzubikalimatillahit tammati min syarri maa kholaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari keburukan yang dia ciptakan, atau dalam versi lain, Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari keburukan dan kejahatan hamba-hambaNYA)

7. Perbanyaklah shodaqoh! Salah satu keutamaan shodaqoh adalah bisa mengindarkan Anda dari segala bala alias musibah alias keburukan. Dalam sebuah hadist disabdakan begini, “Bala tidak akan mendahului shodaqoh.” Jadi demi menjaga diri Anda dari segala bala, banyak-banyaklah sedekah. Demi ALLAH banyak sekali keutamaan dalam shodaqoh ini. Banyak orang sudah merasakannya. Dan yang terpenting: ALLAH TIDAK AKAN PERNAH MENGINGKARI JANJINYA! Jadi, Anda nggak perlu takut ALLAH tidak akan menurunkan keutamaan shodaqoh ini kepada Anda

Tulisan ini saya buat bukan untuk menggurui, su’udzon, apalagi mengutuki. Ini semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab saya sesama saudara kepada saudara lainnya, terutama kaum hawa, agar terhindar dari keburukan. Saya mohon maaf jika ada diantara sahabat sekalian yang tersinggung. Demi ALLAH, saya tidak ada niat sedikitpun untuk membuat Anda marah. Semoga bermanfaat. 



sumber

0 komentar:

Agar Tidak Menjadi Debu

Sesungguhnya kemuliaan diri tidak terletak pada kesombongan dan tidaklah sama dengan kehinaan. Kemuliaan adalah cahaya dan terletak di kutub yang lain, sedangkan kehinaan adalah kegelapan dan terletak di kutub yang lainnya lagi.
 
Menghindari kesombongan bukan berarti rendah diri. Karena rendah diri kepada sesama manusia adalah kehinaan. Menghindari kesombongan adalah rendah hati, beribadah hanya karena-Nya dan mau menerima kebenaran dari mana pun datangnya.

Tidak ada orang yang menghindari kesombongan kemudian menjadi hina. Sekalipun orang itu tidak dikenal di masanya, tetapi karena akhlaknya yang mulia dan beramal dengan ikhlas, Allah mematri namanya di hati dan pikiran generasi selanjutnya. Tidak terasa ratusan tahun kemudian namanya banyak disebut orang, nasihat-nasihatnya didengar dan diamalkan, akhlaknya menjadi contoh teladan. Inilah makna firman Allah, “Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa.” (QS al-Qashash [28]: 83).

Abu Dzar Ra. berkata, “Ada orang yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang orang yang mengerjakan suatu amal dari kebaikan dan orang-orang memujinya?” Beliau menjawab, “Itu merupakan kabar gembira bagi orang mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia.” (HR. Muslim).

Said bin Jubair walaupun bertahun-tahun dipenjara dan akhirnya dihukum mati, kepalanya dipenggal oleh seorang algojo, namun ulama dan kaum muslimin mencintainya dan mendoakannya karena dia adalah syuhada, pembela yang haq, dan penegak keadilan yang tak takut mati.

Ibnu Taimiyah mati di dalam penjara, namun kebaikan-kebaikannya terasa hingga kini. Dia dikenal sebagai ulama pembela as-Sunnah, panglima perang di medan jihad, dan seorang penulis yang tiada duanya. Kitabnya berjilid-jilid tebalnya, kandungannya sangatlah berharga, dan menjadi rujukan banyak ulama.

Hasan al-Banna mati ditembak, yang mengubur jenazahnya hanya empat orang; ayahnya, istrinya, anaknya, dan seorang nasrani. Hal itu terjadi karena seluruh pengikutnya dijebloskan ke dalam penjara dan para ulama tidak ada yang diberitahu tentang kewafatannya. Dia kini dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka, mujahid, ulama shalih, da’i, murabi, dan pendiri jamaah Islam terbesar di dunia.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim [14]: 24-25).

Sedangkan bagi orang-orang yang menyombongkan diri dan zhalim, sekalipun terkenal di masanya, kaya hartanya, tinggi kedudukannya, luas kekuasaannya, namun di masa kemudian hanya menjadi buah hinaan dan kutukan.

Al-Hajjaj seorang pejabat di masa kekhalifahan Umayah, dikenal karena kesadisannya, kekejamannya, pembunuh para ulama shalih, termasuk di dalamnya Said bin Jubair. Sekalipun kekayaannya banyak, kedudukan dan pangkatnya tinggi, namun ia hina di sisi Allah dan kaum muslimin yang mencintai kebaikan. Akhirnya ia mati dalam keadaan mengenaskan, tubuhnya dipenuhi bisul yang apabila muncul rasa sakit darinya, terdengar suara yang keras dari mulutnya seperti banteng yang meregang nyawa.

Ahmad bin Du’ad, seorang tokoh Mu’tazilah, ikut andil menyiksa Imam Ahmad bin Hanbal. Imam Ahmad pun mendoakan kebinasaannya, maka Allah menimpakan padanya suatu penyakit yang membuatnya sering mengatakan, “Adapun separoh tubuhku ini apabila dihinggapi oleh seekor lalat, kurasakan sakit yang bukan kepalang hingga seakan-akan dunia ini kiamat. Sedang separoh tubuhku yang lain andaikata digerogoti dengan catut sekalipun, niscaya aku tidak merasakannya.”

Sultan yang memenjarakan Ibnu Taimiyah akhirnya turun tahta, ulama-ulama pembisiknya akhirnya tidak dihormati masyarakat. Ulama-ulama su’ (buruk) itu tidak dikenal kecuali hanya namanya, dan itupun hanya orang-orang tertentu saja. Tapi Ibnu Taimiyah dikenal sepanjang masa dan ulama-ulama serta kaum muslimin mengagumi dan meneladani sikapnya.

Raja Faruq, pembunuh Hasan al-Banna, akhirnya turun tahta setelah beberapa tahun kematian Hasan al-Banna. Dulunya dihormati, kini dicaci maki dan hanya bagian dari sampah sejarah mesir yang tak berguna. Pejabat-pejabat Mesir yang banyak menyiksa dan memasukkan aktivis ikhwanul muslimin ke penjara, seperti Gamal Abdul Naser dan Hamzah Basyuni mati secara mengenaskan. Yang pertama selalu dihantui ketakutan sebelum matinya, sedangkan yang kedua mati ditabrak truk penuh dengan besi sehingga tubuhnya tercabik-cabik tak karuan.

“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim [14]: 26-27).

Seberapa kayanya Anda, kelak ketika mati harta itu tidak akan dibawa ke alam kubur. Seberapa pintarnya Anda, sangat mudah bagi Allah memberi satu penyakit yang menjadikan seluruh ilmu yang Anda miliki hilang.
Sekuat apa pun Anda, sesungguhnya Anda tidak lebih kuat dari rumput yang sering diinjak-injak orang.

Jadilah batu mulia, jangan jadi debu. Batu mulia mahal harganya dan sangat indah bila dipandang mata. Sedangkan debu, menempel di baju, menjadi kotor. Di mana pun ia menempel, sesuatu itu menjadi kotor. Batu mulia tersembunyi di dalam tanah, sangat sulit mencarinya. Kalaupun bisa, ia diambil dengan menggunakan alat khusus. Jika sudah diketahui ada di suatu tempat, beramai-ramai orang ke sana mencarinya.
Sedangkan debu, terlihat di depan mata, bahkan bisa membuat mata sakit, bisa membuat orang alergi. Orang-orang berusaha sebisa mungkin menghindari debu. Amal yang dilakukan bukan karena Allah – di dalam al-Quran – diibaratkan “batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak berdebu)”. (QS. al-Baqarah [2]: 264). Begitulah amal orang-orang yang sombong, tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gerakan-gerakan yang melelahkan.


sumber 

0 komentar: