Showing posts with label knowledge. Show all posts

Cara Memanfaatkan Waktu Ba'da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum'at untuk Berdo'a :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]

Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata,

ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس

“Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]

Penjelasan :

(1). Zhahir/lahiriyahnya (-ed), yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdo'a setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

(2). Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.

(3). Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.

(4). Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta'ala.

(5). Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid.

[Lihat Majmu' Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Mari, yang punya hajat (keinginan), kita kejar waktu mustajab di hari Jum'at ini untuk memperbanyak do'a.

Semoga Allah swt mengabulkan dan meridhai do'a - do'a kita. Aamiiin.

Semoga bermanfa'at. Aamiiin.

Bertahun-tahun biasanya kujawab secara offline tentang 25 Desember dan 1 Januari...
Karena menghargai beberapa relasiku yang berprofesi sebagai misionaris...
Mereka tahu dakwahku tapi kami saling menghargai...
Mohon maaf setulusnya, bila tulisan ini akan tidak disukai sebagian dari sahabat-sahabat muslim...tapi sudah saatnya harus dijelaskan terbuka secara ilmu ke-TAWHIID-an..

Membaca berita seorang muslim modern menantang Ustadz  Yusuf Mansur (Official) untuk menunjukan dalil pelarangan mengucapkan SELAMAT NATAL...
Berharap tulisan ini bukan hanya menjawab tantangannya, tetapi untuk diketahui saudaraku muslimin dan muslimat yang tidak ingin syahadatnya gugur..

Kupasan berdasarkan ilmu TAWHIID...

Bila kita mengucapkan...
... kalimat SELAMAT ULANG TAHUN kepada seseorang, berarti kita mengakui  bahwa dia lahir di tanggal itu..

Bila kita mengucapkan...
...kalimat SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN, berarti kita mengakui dirinya sebagai pejabat baru...

Bila kita mengucapkan...
...kalimat SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN, berarti kita mengakui lawan sebagai pemenang...

Ternyata kata SELAMAT bermakna PENGAKUAN...

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan SELAMAT NATAL hanya merupakan sebuah ucapan saja...

Wahai saudaraku,
...Seorang muslim dinilai dari ucapannya...

Bukankah SYAHADAT juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa setelah berucap SYAHADAT...seseorang menjadi muslim...?

Bukankah BISMILLAH juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa hewan yang disembelih tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram dimakan...?

Bukankah AQAD NIKAH juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa setelah diucapkan, suami halal menggauli istri...

Bukankah kata CERAI juga hanya UCAPAN..?
..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum CERAI bagi istrinya...

Saat kita mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita MENGAKUI keberadan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.
Berarti sudah tidak sesuai dengan SYAHADAT yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.
Padahal meng-ingkari 1 AYAT QUR'AN saja...sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya...

"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]

Inilah ayat-ayat yang menegaskan TERHAPUSNYA SYAHADAT yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain...

Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, "Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata " Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku dan Tuhan-mu..."
[ Qur'an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]

"...Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak..."
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]

"Dan mereka berkata, "Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR"
[ Qur'an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]

Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,
Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.
Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari.
Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin...

Wahai para pendeta dan missionaris...
Kamipun meng-imani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa...
Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah...
Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar...

Wahai para penganut nasrani.
Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan...
Karena bagi kami..."UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU"

Tapi tegas kusampaikan...
Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa...
Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri...

Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja...
Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri...

Saudaraku umat muslim,
Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL..
Silakan saja gunakan topi Santa...

Tapi jangan menyesal ...
....bila sholat kita batal...
......mati pun bukan sebagai muslim...
Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR...

Saudaraku,
Kajilah Qur'an......karena semua pertanyaan hidup sudah ada jawabannya didalam.

Kalau penjelasan panjang ini masih meragukan hati...
Periksa saja SHOLAT SHUBUH kita, apakah sudah berjama'ah di masjid setiap hari..?

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaykum...
Kang Dwin
Yayasan HUMAIRA
Pendidikan-Sosial-Kemanusiaan

Di Share Dari instaGram @IndonesiaBertauhid
.
Follow dan Dukung #Gerakan #IndonesiaBertauhid di Line  klik http://line.me/ti/p/%40gur5945i

Sebarkan Status Ini...! Ini Merupakan Kepedulian Kita akan aqidah Ummat Islam..!

Membagikan = Peduli
Tidak Membagikan = Tidak Peduli

Salam #Tauhid
Sandi Nopiandi


1. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ
1. Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

2. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ
2. Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.

3. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ
3. Barang siapa sabar beruntunglah ia.

4. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ
4. Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit
pulalah temannya.

5. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ
5. Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

6. ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟﺼَّﺪِﻳْﻖِ ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻭَﻗْﺖَ ﺍﻟﻀِّﻴْﻖِ
6. Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.

7. ﻭَﻣَﺎﺍﻟﻠَّﺬَّﺓُ ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻌَﺐِ
7. Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

8. ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻳُﻌِﻴْﻦُ ﻋَﻠﻰَ ﻛُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ
8. Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.

9. ﺟَﺮِّﺏْ ﻭَﻻَﺣِﻆْ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ
9. Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang
tahu.

10. ﺍُﻃْﻠُﺐِ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤَﻬْﺪِ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻠَّﺤْﺪِ
10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

11. ﺑَﻴْﻀَﺔُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺩَﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟﻐَﺪِ
11. Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

12. ﺍﻟﻮَﻗْﺖُ ﺃَﺛْﻤَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ
12. Waktu itu lebih mahal daripada emas.

13. ﺍﻟﻌَﻘْﻞُ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺠِﺴِْﻢ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢِ
13. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.

14. ﺧَﻴْﺮُ ﺟَﻠِﻴْﺲٍ ﻓﻲِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻛِﺘَﺎﺏٌ
14. Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

15. ﻣَﻦْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻳَﺤْﺼُﺪْ
15. Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

16. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻣَﻦْ ﻳَﺪُﻟُّﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ
16. Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu
kepada kebaikan.

17. ﻟَﻮْﻻَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ
17. Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti
binatang.

18. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼِّﻐَﺮِ ﻛَﺎﻟﻨَّﻘْﺶِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺤَﺠَﺮِ
18. Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.

19. ﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳﺎَّﻡُ ﺍﻟَّﺘﻲِ ﻣَﻀَﺖْ
19. Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

20. ﺗَﻌَﻠَّﻤَﻦْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻪِ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ
20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

21. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﺑِﻼَ ﻋَﻤَﻞٍ ﻛَﺎﻟﺸَّﺠَﺮِ ﺑِﻼَ ﺛَﻤَﺮ
21. Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.

22. ﺍﻻﺗِّﺤَﺎﺩُ ﺃَﺳَﺎﺱُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺡِ
22. Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

23. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣِﺴْﻜِﻴْﻨًﺎ ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻪُ ﻣُﻌِﻴْﻨﺎً
23. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah
penolong baginya.

24. ﺍﻟﺸَّﺮَﻑُ ﺑِﺎﻷَﺩَﺏِ ﻻَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺴَﺐِ
24. Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti)
bukan dengan keturunan.

25. ﺳَﻼَﻣَﺔُ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓﻲِ ﺣِﻔْﻆِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ
25. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya
(perkataannya).

26. ﺁﺩَﺍﺏُ ﺍﻟﻤَﺮْﺀِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺒِﻪِ
26. Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.

27. ﺳُﻮْﺀُ ﺍﻟﺨُﻠُﻖِ ﻳُﻌْﺪِﻱ
27. Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.

28. ﺁﻓَﺔُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﺍﻟﻨِّﺴْﻴﺎَﻥُ
28. Bencana ilmu itu adalah lupa.

29. ﺇِﺫَﺍ ﺻَﺪَﻕَ ﺍﻟﻌَﺰْﻡُ ﻭَﺿَﺢَ ﺍﻟﺴَّﺒِﻴْﻞُ
29. Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.

30. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣَﻦْ ﺩُﻭْﻧَﻚَ ﻓَﻠِﻜُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻣَﺰِﻳَّﺔٌ
30. Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.

31. ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻳَﺼْﻠُﺢْ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ
31. Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.
32. ﻓَﻜِّﺮْ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﺰِﻡَ
32. Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan
(merencanakan).

33. ﻣَﻦْ ﻋَﺮَﻑَ ﺑُﻌْﺪَ ﺍﻟﺴَّﻔَﺮِ ﺍِﺳْﺘَﻌَﺪَّ
33. Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.

34. ﻣَﻦْ ﺣَﻔَﺮَ ﺣُﻔْﺮَﺓً ﻭَﻗَﻊَ ﻓِﻴْﻬَﺎ
34. Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.

35. ﻋَﺪُﻭٌّ ﻋَﺎﻗِﻞٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺻَﺪِﻳْﻖٍ ﺟَﺎﻫِﻞٍ
35. Musuh yang pandai, lebih baik daripada teman yang bodoh.

36. ﻣَﻦْ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧُﻪُ ﻛَﺜُﺮَ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧُﻪُ
36. Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah
temannya.

37. ﺍِﺟْﻬَﺪْ ﻭَﻻَ ﺗَﻜْﺴَﻞْ ﻭَﻻَ ﺗَﻚُ ﻏَﺎﻓِﻼً ﻓَﻨَﺪَﺍﻣَﺔُ ﺍﻟﻌُﻘْﺒﻰَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺘَﻜﺎَﺳَﻞُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.

38. ﻻَ ﺗُﺆَﺧِّﺮْ ﻋَﻤَﻠَﻚَ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻐَﺪِ ﻣَﺎ ﺗَﻘْﺪِﺭُ ﺃَﻥْ ﺗَﻌْﻤَﻠَﻪُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡَ
38. Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.

39. ﺍُﺗْﺮُﻙِ ﺍﻟﺸَّﺮَّ ﻳَﺘْﺮُﻛْﻚَ
39. Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.

40. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﺧُﻠُﻘﺎً ﻭَﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
40. Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.

41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.

42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.

43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).

44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.

45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.

46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.

48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.

49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
49. Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.

50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
51. Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).

52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
52. Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
53. Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).

54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
54. Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.

55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
55. Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.

56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
56. Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.

57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
57. Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.

58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
58. Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.

59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
59.Pokok dosa itu, adalah kebohongan.

60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
60. Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.

61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
61. Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.

62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
62. Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.

63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
63. Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.

64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذََاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
64. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma'an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.

65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
65. Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.

66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
66. Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.

67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
67. Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.

68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
68. Kebersihan itu sebagian dari iman.

69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
69. Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.

70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
70. Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.

71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
71. Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.

72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
72. Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.

73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.

74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
74. Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.

75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
75. Bukan setiap yang mengkilat itu emas.

76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
76. Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.

77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
77. Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.

78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
78. Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.

79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
79. Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.

80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
80. Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.

81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
81. Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.

82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
82. Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
83. Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.

84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
84. Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.

85. الحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ
85. Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.

86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا
86. Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS 17:36).

Merujuk pada ayat tersebut, sebagai seorang muslim wajib bagi kita berpikir dan mencari tahu lebih jauh mengenai perayaan tahun baru masehi. Apa sebenarnya dasar dari perayaan tahun baru masehi? Bagaimana sejarahnya dan berasal dari kaum mana? Hal ini penting kita tahu agar kita tidak terjebak pada aktifitas yang sia-sia bahkan berakhir pada kesesatan.

Sejarah Tahun Baru Masehi 1 Januari

Menurut catatan Encarta Reference Library Premium 2005, orang yang pertama membuat penanggalan kalender Masehi adalah kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Penanggalan ini  dibuat pada 45 SM. Sebelumnya, bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional sejak abad ke-7 sebelum masehi. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius ( atau maret pada saat ini)   sebagai awal tahunnya.

Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli). Sementara kaisar berikutnya yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama dirinya, yaitu “Agustus”. Sehingga sampai sekarang, bulan- bulan ini yang dipakai, mulai dari junius, Julius, kemudian bulan Agustus.

Perayaan Tahun Baru Masehi 1 Januari

Di beberapa wilayah dan negera di dunia, bulan Januari merupakan upacara keagamaan. Januarius (Januari) diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua, muka menghadap ke depan sebagai simbol msa depan dan muka yang satu lagi menghadap ke belakang sebagai simbol masa lalu. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus yang diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Dewa Janus merupakan sesembahan kaum Pagan Romawi. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala. Ternyata hingga saat ini budaya, ritual, dan upacara keagamaan  kaum pagan ini telah merasuk dan mewarnai kehidupan kita tanpa kita sadari termasuk salah satunya adalah  perayaan pada malam tahun baru. Kaum Pagan juga merayakan tahun baru mereka dengan menyalakan kembang api, membuat api unggun dan mengitarinya, memukul lonceng, dan meniup terompet

Sejarah Tahun Baru Masehi 1 Januari

Pada tanggal 1 Januari orang-orang Amerika mengunjungi sanak-saudara dan teman-teman atau nonton televisi: Parade Bunga Tournament of Roses sebelum lomba futbol Amerika Rose Bowl dilangsungkan di Kalifornia; atau Orange Bowl di Florida; Cotton Bowl di Texas; atau Sugar Bowl di Lousiana. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.Di negara-negara lain, termasuk Indonesia? Sama saja!

Bagi kita, orang Islam, merayakan tahun baru Masehi, tentu saja akan semakin ikut andil dalam menghapus jejak-jejak sejarah Islam yang hebat. Sementara beberapa pekan yang lalu, kita semua sudah melewati tahun baru Muharram, dengan sepi tanpa gemuruh apapun. [sa/islampos]


1. Hadits Keutamaan Senyum
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ 
Tabassumuka fii wajhi akhiika shadaqatun.
Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah (HR. Tirmidzi)

2. Hadits Perintah Saling Menyayangi
مَنْ لاَ يَرْحَمْ وَلاَ يُرْحَمْ
Man laa yarham laa yurham
Barangsiapa tidak menyayangi maka tidak disayangi (HR. Al Bukhari)

3. Hadits Menutup Aurat
اِنَّا نُهِيْنَا اَنْ نُرَى عَوْرَاتَنَا
Innaa naHiinaa an nuraa 'auraatanaa
Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurot kita (HR. Imam Ahmad)

4. Hadits Menahan Marah
إِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
Idzaa ghadhaba ahadukum falyaskut
Jika di antara kalian marah maka hendaklah ia diam (HR Imam Ahmad)

5. Hadits Niat
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Innamal a'maalu binniyyaati
Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya (HR. Bukhori-Muslim)

6. Jangan Suka Marah
لا تغضب ولك الجنة
Laa taghdhab walakal jannah
Jangan marah, maka bagimu syurga (HR.Thabrani)

7. Muslim Besaudara
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
Al muslimu akhul muslim. Laa yadhlimuhu wa laa yuslimuhu
Muslim itu bersaudara bagi muslim yang lainnya, Jangan menzaliminya dan jangan memasrahkannya (HR. Bukhori-Muslim)

8. Agama
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
Ad diinunnashiihah
Agama adalah nasihat (HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasai’i)

9. Hadits Kebersihan
الطهور شطر الإيمان
Ath thaHuuru syathrul iimaan
Kebersihan itu sebagian dari (cabang) keimanan. (H.R Muslim)

10. Kebaikan
كل معروفٍ صدقة
Kullu ma'ruufin shadaqah
Setiap kebaikan adalah shodaqoh. (HR. Muslim)

11. Menuntut Ilmu
طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Thalabul 'ilmi fariidhatun 'alaa kulli muslimin
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (H.R. Ibnu Abdurrahman)

12. Paham Agama
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Man yuridillaahu bihi khairan, yufaqqiH-hu fiddiin
Barangsiapa yg Alloh menginginkan kebaikan baginya, maka akan dipahamkan akan agamanya.

13. Berkata Baik/Diam
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Man kaana yu'minu billaahi wal yaumil aakhiri, falyaqul khairan awliyashmut
Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam(HR. Bukhori Muslim)

14. Hadits Malu
اَلْحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ
Al hayaa'u minal iimaan
Malu itu sebagian dari iman (HR Muttafaq alaih)

15. Hadits Menyebarkan Salam
اَفْشُوْا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ
Afsyus salaam bainakum
Sebarkanlah salam diantara kamu (HR. Muslim)

16. Hadits kemuliaan Ibu
اَلْجَنَّةُ تَحْتَ اَقْدَامِ اْلأُمَّهَاتْ
Al jannatu tahta aqdaamil ummaHaat
Surga itu dibawah telapak kaki ibu (HR. Ahmad)

17. Hadits Allah Maha Indah
إِنَّ اللّٰهَ جَمِيْلُ يُحِبُّ الْجَمَلْ
Innallaaha jamiilun yuhibbul jamal
Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan.

18. Hadits Keutamaan Belajar Al Quran
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْ اَنَ وَ عَلَّمَهْ
Khairukum man ta'allamal qur'aana wa 'allamahu
Sebaik baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan yang mengajarkannya.

19. Hadits Sholat Tepat Waktunya
صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا
Shalli shalaata liwaqtiHaa
Kerjakanlah shalat tepat pada waktunya (HR. Muslim)

20. Hadits Menjaga Agama Allah
احْفَظِ اللّٰهَ يَحْفَظْكَ اِحْفَظِ اللّٰهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
Ihfadhillaaha yahfadhka, ihfadhillaaha tajidHu tujaaHaka
Jagalah Allah niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya kamu dapati Dia dihadapanmu. (HR. Tirmidzi)

21. Hadits Berkata Benar
قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرَّا
Qulil haqqa walaw kaana murran
Katakanlah yang benar walau pahit sekalipun

22. Hadits Keutamaan Doa
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَهْ
Ad du'aa-u Huwal 'ibaadah
Doa itu adalah ibadah

23. Hadits Keutamaan Seorang Muslim
مِن حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
Min husni islaamil mar'i tarkuHu maa laa ya'niiHi
Setengah dari bukti kebaikan Islamnya seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya (HR. Tirmidzi)

24. Hadits Larangan Berburuk Sangka
اِيَّاكُمْ وَالظَّنْ
Iyyaakum wadhdhann
Jauihilah olehmu berburuk sangka (HR. Muttafaq alaih)

25. Hadits Larangan Mencela Makanan
مَاعَابَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَعَامًا قَطٌّ
Maa 'aaba rasuulullaahi shallallaahu 'alai wasallam tha'aaman qathan
Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan (HR. Muttafaq alaih)

26. Hadits Tolong Menolong
اللّٰهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
Allaahu fii 'aunil 'abdi maa kaanal 'abdu fii 'auni akhiiHi
Allah senantiasa menolong hambaNya, selama hambaNya suka menolong saudaranya (HR. Muslim)

27. Hadits Makan dengan Tangan Kanan
يَاغُلاَمْ سَمِ اللّٰه تعالى وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ
Yaa ghulaam. Sammillaah ta'aala wa kul biyamiinika wa kul mimmaa yaliika
Wahai anak kecil, bacalah basmalah dan makanlah dengan tangan kananmu dan ambilah yang terdekat darimu (HR. Bukhari Muslim)

28. Hadits Perintah Taqwa
اِتَّقِ اللّٰهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ
Ittaqiillaaha haitsumaa kunta
Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada (HR. Tirmidzi)

29. Hadits Keutamaan Bersiwak
اَلسِّوَاكُ مُطَهِّرَةٌ لِلْفَمِّ مُرْ ضَاةٌ لِلرَّبِّ
As siwaaku muthaHhiratun lil ghammi murdhaatun lirrabbi
Siwak itu pembersih mulut dan merupakan penyebab keridhaan dari Allah (HR. Nasa’i)

30. Hadits Menjaga Lisan
اَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ
Amsik 'alaika lieaanka
Jagalah lisanmu (HR Tirmidzi)

31. Hadits Keutamaan Shalat
اِنَّ اَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهْ
Innaa awwala maa yuhaasabu bihil 'abdi yawmal qiyaamati min 'amalihi, shalaatuhu
Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat (HR. Tirmidzi)

32. Hadits Larangan Berbuat Kerusakan
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Laa dharara wa laa dhiraara
Janganlah engkau saling membahayakan dan jangan saling merugikan (HR. Ibnu Majah n Darul Quthni)

Al-'Allâmah Ibnu Qoyyim al-Jauziyah rahimahullâhu berkata :
فَوَقْتُ الْإِنْسَانِ هُوَ عُمُرُهُ فِي الْحَقِيقَةِ

"Waktu manusia sejatinya adalah usianya sendiri"
وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الْأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الْمُقِيمِ

"Waktu adalah substansi (hakekat) hidup manusia (yang dapat membawanya kepada) kehidupan yang abadi di tempat yang penuh kenikmatan (surga)"
وَمَادَّةُ الْمَعِيشَةِ الضَّنْكِ فِي الْعَذَابِ الْأَلِيمِ

"Dan waktu juga merupakan substansi (yang dapat mengantarkannya) ke dalam kesempitan yang penuh adzab memilukan (neraka)"
وَهُوَ يَمُرُّ أَسْرَعَ مِنَ السَّحَابِ

"Waktu berlalu begitu cepatnya, lebih cepat daripada berlalunya awan"
فَمَا كَانَ مِنْ وَقْتِهِ لِلَّهِ وَبِاللَّهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمُرُهُ

"Maka barangsiapa yang waktunya adalah semata-mata hanya untuk Allah dan karena Allah, maka itulah kehidupan dan usianya (yang sebenarnya)"
وَغَيْرُ ذَلِكَ لَيْسَ مَحْسُوبًا مِنْ حَيَاتِهِ، وَإِنْ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيْشَ الْبَهَائِمِ

"Adapun selain itu, maka sejatinya tidaklah dianggap sebagai bagian dari hidupnya. Sekalipun ia hidup seperti ini, maka hidupnya bagaikan hewan ternak"
فَإِذَا قَطَعَ وَقْتَهُ فِي الْغَفْلَةِ وَالسَّهْوِ وَالْأَمَانِيِّ الْبَاطِلَةِ وَكَانَ خَيْرَ مَا قَطَعَهُ بِهِ النَّوْمُ وَالْبِطَالَةُ فَمَوْتُ هَذَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِه

"Apabila ia menghabiskan waktunya di dalam kelalaian, kesia²an dan angan² kosong, dan ia lbh baik menghabiskan waktunya untuk tidur dan hal² tak berguna, maka sesungguhnya kematian adalah lebih baik daripada kehidupannya"
(Kitab Ad-Dâ' wad Dawâ')

Berapa jumlah Surah dalam al-Quran?
114 Surah

Berapa jumlah Juz dalam al-Quran?
30 Juz

Berapa jumlah Hizb dalam al-Quran?
60 Hizb

Berapa jumlah Ayat dalam al-Quran?
6236 Ayat (terjadi beberapa perbedaan teknik hitung).

Berapa jumlah Kata dalam al-Quran? Serta Berapa Jumlah Hurufnya?
77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf

Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?
Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.

Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dalam al-Quran?
14 Sajdah

Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dalam Al-Quran?
25 Nabi

Berapa Jumlah Surah Madaniyah dalam al-Quran? sebutkan.
28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.

Berapa Jumlah Surah Makiyah dalam al-Quran? sebutkan.
86 Surat, selain surah tersebut di atas.

Berapa Jumlah Surah yang dimulai dengan huruf dalam al-Quran?
29 Surah.

Apakah yang dimaksud dengan Surah Makiyyah? sebutkan 10 saja.
Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.

Apakah yg dimaksud dengan Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja.
Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Hajj.

Siapakah nama para Nabi yang disebut dalam Al-Quran?
Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Siapakah satu-satunya nama wanita yang disebut namanya dalam al-Quran?
Maryam binti Imran.

Siapakah satu-satunya nama Sahabat yang disebut namanya dalam al-Quran?
Zaid bin Haritsah. Lihat surah Al Ahzab ayat 37.

Apakah nama Surah yang tanpa Basmalah?
Surah at-Tawbah.

Apakah nama Surah yang memiliki dua Basmalah?
Surah al-Naml.

Apakah nama Surah yang bernilai seperempat al-Quran?
Surah al-Kafirun.

Apakah nama Surah yang bernilai sepertiga al-Quran?
Surah al-Ikhlas
Dari Anas bin Malik ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ; Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda: “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kafirun, maka disamakan untuknya dengan pahala seperempat Al-Qur’an, dan barangsiapa yang membaca surah Al-Ikhlash maka disamakan untuknya dengan pahala sepertiga Al-Qur’an”.
[HR Tirmidziy, Hasan]

Apakah nama Surah yang menyelamatkan dari siksa Qubur?
Surah al-Mulk
“Ada suatu surat dari al Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat dan dapat memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai dia diampuni, yaitu: “Tabaarakalladzii biyadihil mulku… (surat Al Mulk) ”
[HR. Tirmidzi no. 2891, Abu Daud no. 1400, Ibnu Majah no. 3786, dan Ahmad 2/299].

Apakah nama Surah yang apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
Surah al-Kahf
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.”
[HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470]

Apakah ayat yang paling Agung dan dalam Surah apa?
Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255.
Dari Ubay bin Ka’ab ia berkata: Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda: “Hai Abu Mundzir! tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat al Quran yang ada padamu yang paling utama? ” Abu Mundzir berkata: saya menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bertanya lagi: “Hai Abu Mundzir, tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat al Quran yang ada padamu yang paling utama? ” Abu Mundzir berkata: Saya menjawab, “Allahu laa ilaaha illaa huwal Hayyul Qayyum ” Abu Mundzir berkata: lalu beliau menepuk dadaku seraya bersabda: “Demi Allah, semoga dadamu dipenuhi dengan ilmu, wahai Abu Mundzir”
[HR Muslim 810]

Apakah nama Surah yang paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
Dari Abu Sa'id bin al-Mu'alla ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ, beliau berkata: Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ berkata kepadaku, “Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung di dalam al-Qur'an, sebelum kamu keluar masjid?”. Lalu beliau menggandeng tanganku, ketika kami hendak keluar aku berkata, “Wahai Rasulullah! Tadi anda berkata: Aku akan mengajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam al-Qur'an?” . Beliau pun bersabda, “Alhamdulillahi Rabbil 'alamin (surat al-Fatihah), itulah tujuh ayat yang diulang-ulang (as-Sab'u al-Matsani) dan bacaan yang agung (al-Qur'an al-'Azhim) yang diberikan kepadaku.”
[HR. Bukhari dalam Kitab Fadha'il al-Qur'an [5006]]

Apakah ayat yang paling bijak? dalam surah apa?
Firman Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ :" Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. - Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Az Zalzalah 7-8)

Apakah nama Surah yang ada dua sajdahnya?
Surah al-Hajj ayat 18 dan ayat 77.

Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
Surah al-Kahfi ayat No. 19. Kata وليتلطف

Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dapat mengantarkannya masuk ke dalam surga?
Ayat Kursi.
Dari Abu Umamah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ, ia berkata bahwa Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda, “Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian .”
[HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban]

Ayat apakah yang diulang-ulang sebanyak 31 kali dalam satu Surah dan di Surah apa?
Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah ar-Rahman.

Ayat apakah yang diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dalam surah lainnya? Di Surah apa?
Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.

Apakah Ayat terpanjang dalam al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
Ayat No 282 Surah al-Baqarah.
                              

Mari kita lihat berdasarkan Al-Qur'an sebagai sumber
kebenaran absolut (muthlaq).

(*) 1 hari akhirat = 1000 tahun di dunia (QS. Al-Hajj : 47)

(*) Berarti, 24 jam akhirat = 1000 tahun di dunia.

(*) Berarti 3 jam akhirat = 125 tahun di dunia.

(*) Berarti 1,5 jam akhirat = 62,5 tahun di dunia.

Apabila umur manusia itu rata-rata 60 sd 70 tahun (seperti disebutkan dalam hadits nabi saw), maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hakekatnya HANYALAH 1,5 jam saja. 

Pantaslah jika kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata HANYA satu setengah jam saja yang akan menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS. Fathir : 15, QS. An-Nisa : 170)

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka mari berlatih sabar. (QS. Al-Muddatstsir : 7, QS. At-Thur : 48, QS. Az-Zumar : 10)

Demikian juga, hanya satu setengah jam saja kita harus mendidik nafsu dengan sunnah-Nya. (QS. Yusuf : 53, QS. Al-Ahzab : 38)

"SATU SETENGAH JAM" sebuah perjuangan yang teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah. (QS. At-Taubah : 72, QS. Al-Bayyinah : 8, QS. An-Nisa : 114)

Maka mari berjuang untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti. (QS. Al-Hashr : 18, QS. Ash-Syura : 20, QS. Ali-Imron : 148, QS. Al-Qashas : 77)

Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan HANYA sebentar saja, kalau kamu mengetahui." (QS. Al-Mu'minuun : 114)

Semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam bish shawwab.

Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu pernah ditanya: “Jika niat imam dan makmum berbeda, apakah shalatnya sah?
Beliau rahimahullahu menjawab:
الصو أنها صحيحة، الصواب أنها صحيحة إذا كان الإمام مثلاً يصلي العصر وجاء إنسان ما صلى الظهر فصلى خلفه بنية الظهر صحت على الصحيح، أو كان الإمام قد أدى الفريضة وصلى بالناس الآخرين النافلة وهي لهم فريضة كذلك، كما فعل معاذ كان يصلي مع النبي -صلى الله عليه وسلم- فريضته ثم يأتي بقومه ويصلي بهم فريضتهم وهو متنفل، أو كان الأمام مفترض والمأمومون متنفلون لا حرج في ذلك. جزاكم الله خيراً.
“Yang benar, shalatnya tetap sah (menurut pendapat yang lebih kuat). Jika imam sedang shalat ‘ashar misalnya, dan datang seseorang yang belum melaksanakan shalat dzuhur, kemudian dia shalat di belakang imam tersebut dengan niat shalat dzuhur, shalatnya sah menurut pendapat yang benar. Atau jika imam telah melaksanakan shalat fardhu, kemudian dia shalat mengimami orang-orang lainnya dengan niat shalat sunnah, dan para makmum tersebut shalat fardhu, maka shalatnya juga sah. Sebagaimana yang dilakukan Mu’adz, di mana beliau dahulu shalat fardhu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia mendatangi kaumnya dan mengimami shalat fardhu mereka sedang ia berniat shalat sunnah. Atau (sebaliknya), imam melaksanakan shalat fardhu, dan para makmum berniat melaksanakan shalat sunnah, yang demikian itu juga tidak berdosa. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak.”
Yang benar, shalatnya sah...
Beliau rahimahullahu juga pernah ditanya dengan pertanyaan yang serupa, “Jika niat makmum dan imam berbeda, apakah shalatnya sah?”
Maka beliau rahimahullahu menjawab:
الصواب أنها صحيحة؛ لأن الرسول -صلى الله عليه وسلم- صلى في الخوف ببعض المسلمين ركعتين صلاة الخوف، ثم صلى بالطائفة الأخرى ركعتين، فصارت الأولى له فريضة، والثانية له نافلة وهم لهم فريضة، وكان معاذ -رضي الله عنه- يصلي مع النبي -صلى الله عليه وسلم- في العشاء صلاة الفريضة، ثم يرجع ويصلي بقومه صلاة العشاء نافلةً له وهي لهم فرض، فدل ذلك على أنه لا حرج في اختلاف النية، وهكذا لو أن إنسان جاء إلى المسجد وصلى العصر, وهو لم يصلي الظهر, فإنه يصلي معهم العصر بنية الظهر ولا حرج عليه في أصح قولي العلماء, ثم يصلي العصر بعد ذلك. جزاكم الله خيراً
“Yang benar, shalatnya sah. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu shalat khauf mengimami sebagian kaum muslimin sebanyak dua raka’at, kemudian beliau shalat mengimami sebagian lainnya sebanyak dua raka’at. Maka shalat beliau yang pertama adalah shalat fardhu, dan yang kedua adalah shalat sunnah, sedangkan bagi para makmum merupakan shalat fardhu. Demikian juga Mu’adz radhiyallahu ‘anhu shalat isya’ bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia kembali kepada kaumnya dan mengimami shalat isya’ bagi mereka, yang merupakan shalat sunnah baginya dan shalat fardhu bagi mereka. Perbuatan beliau tersebut menunjukkan bahwa tidak mengapa jika terdapat perbedaan niat antara imam dengan makmumnya. Demikian pula, apabila seseorang masuk ke dalam masjid dan jama’ah yang ada sedang melaksanakan shalat ‘ashar, sedangkan dia belum menunaikan shalat dzuhur, maka dia shalat ‘ashar bersama mereka dengan niat shalat dzuhur. Hal tersebut tidaklah mengapa, menurut pendapat yang paling tepat diantara dua perkataan ulama. Baru setelahnya dia melaksanakan shalat ‘ashar. Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak.”


Ketika Berdzikir kepada Allah

Berdasarkan hadits al-Muhajir bin Qanfad. Dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga menuntaskan wudhu’nya. Beliau lalu menjawabnya dan berkata,
إِنَهُ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَرُدُّ عَلَىكَ إِلاَّ أَنِّيْ كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللهَ إِلاَّ عَلَى طَهَارَةٍ.
Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk menjawabmu. Hanya saja, aku tidak suka menyebut Nama Allah kecuali dalam keadaan suci”.

Ketika Tidur

Dasarnya adalah apa yang diriwayatkan al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu. Dia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Kemudian tidurlah di atas sisi kananmu, lalu ucapkan,
اَللهمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَوَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَوَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَوَ أَلْجأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَرَغْبةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ,لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَاَللهمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَوَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ.
Ya Allah, Kuserahkan jiwaku pada-Mu, dan kuhadapkan wajahku pada-Mu. Kupasrahkan urusankau pada-Mu, dan kusandarkan punggungku pada-Mu, dengan suka cita maupun terpaksa. Tidak ada tempat bersandar dan berlindung dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan. Dan Nabi-Mu yang Kau utus.
Jika engkau meninggal pada malam itu, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia (dzikir ini) akhir pembicaraanmu”.

Ketika Junub

Disunnahkan berwudhu’ ketika hendak makan, minum, tidur, atau mengulangjima’(persetubuhan). Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata, “Jika Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam junub dan ingin makan, minum, atau tidur beliau berwudhu’ sebagaimana berwudhu’ untuk shalat”.
Juga dari Abu Sa’id radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فليتوضأْ.
Jika salah seorang di antara kalian telah mendatangi istrinya dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah berwudhu’”.

Sebelum Mandi; Mandi Wajib maupun Sunnah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ia berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian beliau kucurkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya. Beliau lantas membasuh kemaluannya lalu berwudhu’ sebagaimana berwudhu’ untuk shalat.”

Setelah Makan Makanan yang Tersentuh Api

Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu yang berbunyi, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Berwudhu’lah karena memakan makanan yang tersentuh api’”.
Perintah ini mengandung makna Sunnah. Dasarnya adalah hadits ‘Amr bin Umayyah adh-Dhamri, dia berkata, “Aku melihat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengiris paha kambing. Beliau kemudian makan sebagian darinya lalu mengajak shalat. Beliau bangkit dan meletakkan pisau lantas shalat dan tidak berwudhu’”.

Pada Setiap Akan Shalat

Berdasarkan hadits Buraidah radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Dulu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berwudhu’ setiap kali hendak shalat.ketika hari penaklukan (Makkah), beliau berwudhu’ dan mengusap sepatunya lalu melakukan semua shalat dengan satu wudhu’”.
‘Umar berkata padanya, ‘Wahai Rasulullah, Anda melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda perbuat.’ Beliau berkata, ‘Ini sengaja kulakukan, wahai ‘Umar’”.

Tiap Kali Berhadats

Dasarnya adalah hadits Buraidah radhiyallahu ’anhu, ia berkata, “Pada suatu pagi hari, Rasulullah shallallhu ’alaihi wa sallam memanggil Bilal dan berkata, ‘Wahai Bilal, dengan apa kau mendahuluiku ke Surga. Kemarin malam aku masuk Surga dan aku mendengar suara gerakanmu di depanku.’ Bilal berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidaklah saya adzan melainkan shalat dua raka’at sesudahnya. Dan tidakah saya berhadats melainkan berwudhu’ saat itu juga.’ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berkata, ‘Karena itulah’”.

Setelah Muntah

Berdasarkan hadits Ma’dan bin Abi Thalhah dari Abu Darda’, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah muntah, kemudian beliau berbuka dan berwudhu’.” Kutemui Tsauban di masjid Damaskus dan kuceritakan kejadian tadi padanya. Dia lalu berkata, ‘Benar. Akulah yang menuangkan air wudhu’ beliau’”.

Seusai Mengggotong Mayit

Berdasarkan sabda beliau shallallahu ’alaihi wa sallam,
مَنْ غَسَّلَ مَيتًا فَلْيَغْسِلْوَمَنْ حَمَلَهُ فليتوضأْ.
Barangsiapa memandikan mayit, maka hendaklah ia mandi. Dan barangsiapa membawanya, maka hendaklah berwudhu’”.